Pusat Study

Smart, Cleaver, Creative and Spirit


Tinggalkan komentar

Artikel Teknik

METODE ‘KHUSUS’ MENGGUNAKAN BORE GAUGE

Oleh : Achsan M.

Bore Guage dalam dunia otomotif adalah sebuah alat ukur yang digunakan untuk mengukur keausan lubang pada komponen mesin atau blok silinder, pada kenyataannya keausan dinding silinder sebagai tempat bergeraknya piston dari TMA ke TMB untuk melakukan proses atau siklus pembakaran pada motor bakar bisa terjadi karena umur pemakaian mesin ataupun akibat kelalaian dalam pemakaian mesin. Jika blok silinder aus maka kinerja mesin menjadi tidak sempurna gejalanya adalah : akan terjadi kebocoran pada saat langkah kompresi (tekanan kompresi kurang), terbakarnya minyak pelumas mesin pada mesin jenis 4 langkah sehingga mengganggu proses pembakaran bahan bakar dan ditandai dengan asap putih yang keluar pada lubang knalpot serta akan timbul suara ketukan pada mesin (noise) akibat benturan piston dan dinding silinder. Untuk memastikan apakah gejala yang tersebut diatas diakibatkan oleh dinding silinder yang aus, maka kita harus mengukurnya dengan menggunakan bore gauge.

Keausan blok silinder jika kita ukur dengan menggunakan bore gauge dapat berbentuk ketirusan atau keovalan, sehingga ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk mendapatkan data-data tersebut. Pengukuran keausan silinder dengan metode SOP penggunaan alat ukur (bore gauge) yang sudah lazim nampaknya rumit dan tidak praktis, ada metode yang lebih praktis serta tidak rumit dan bisa dibuktikan atau dibandingkan dengan metode SOP (bore gauge) hasil kebenaran pengukurannya tidak akan jauh beda. Metode ini sering digunakan di kalangan mekanik,namun belum pernah diberikan secara formal dalam pendidikan vokasional khususnya jurusan teknik mesin sehingga tidak ada penamaan untuk metode ini dan untuk lebih hematnya kita kasih sebutan metode ‘khusus’ aja. Kelebihan metode ‘khusus’ adalah lebih efisien dalam waktu dan cara perhitungannya lebih mudah jika dibandingkan dengan metode SOP (bore gauge), secara umum tahapan penggunaannya hampir sama dan untuk lebih penasaraanya kita akan bahas langsung setelah tayangan berikut…. Maksudnya berikut ini :

Pertama yang menjadi catatan sebelum mempelajari metode ‘khusus’ adalah sobat atau para pembaca sekalian harus sudah mengetahui nama bagian pada bore gauge, jika pembaca ada yang belum mengetahui maka sepantasnya saya sambil lalu akan menjelaskan tahapan metode ‘khusus’ ini disertai dengan gambarnya, gitu lochh..


Tinggalkan komentar

Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) 2014

Bagi temen-temen pendidik yang membutuhkan paket ujian kompetensi kejuruan (UKK) 2014. bisa diliat disini :

  • Instrument Verifikasi Alat UKK link download
  • Kisi-kisi Ujian Komepetensi 2014 link download
  • Poa UN 2013/2014 link download
  • Soal dan Pedoman penilain UKK 2013/2014 link download


2 Komentar

KI-KD SMK Kurikulum 2013

Kurikulum Pendidikan adalah sebuah upaya untuk membatasi dan mengatur segala pelaksanaan KBM di setiap sekolah sebagai ujung tombak pelaksanaan Pendidkan Nasional,, setiap beberapa tahun berubah mengikuti perkembangan zaman dan menyesuaikan kebutuhan peserta didik.

Apalagi kurikulum yang berhubungan dengan sekolah vokasional atau SMK, mengingat kebutuhan perkembangan Industri dan perubahan teknologi yang begitu cepat, pihak SMK harus senantiasa bisa mengikuti perubahan tersebut. Kurikulum 2013 adalah wujud nyata dari kesadaran dunia pendidikan nasional kita yang merangkul dunia perusahaan dalam membuat draf rancangan kurikulum tersebut, applaus dah buat para pembuat kurikulum 2013.

Kesadaran dari kedua pihak sangat terbukti pada kurikulum ini, dari konsep silabus dan mata pelajarannya sangat mengena dan sinkron dengan kompetensi yang nantinya diinginkan dunia industri, tinggal pihak sekolah dalam hal ini SMK untuk membenahi saran dan prasarannya demi kelancaran pelaksanaan KBM nya.

Sebagai contoh bisa kita lihat disini,, salah satu kurikulum SMK Bidang Keahlian Otomotif  Kompetensi Teknik Kendaraan Ringan dan Teknik Sepeda Motor. Dalam KI-KD (Kompetensi Inti-Kompetensi Dasar) adalah istilah yang digunakan pada Kurikulum 2013 sudah tersusun materi ajar dan implementasinya.

soal semester-page0001


Tinggalkan komentar

Kisi-kisi Ujian Semester Teknik Sepeda Motor

soal semester-page00011. Gambar diatas adalah penampang dari tempat baterai pada sepda motor Supra-X 125. Gambar yang ditunjukan pada no. 2 adalah komponen :

a.       Sub fuse 10 A

b.       Main Fuse 15 A

c.       Relay Stater

d.       Regulator

e.       Baterai

lihat soal selengkapnya disini

gigikicrop


Tinggalkan komentar

Menyetel Celah Katup

RUMUS PRAKTIS MENYETEL CELAH KATUP

 Oleh : Achsan. M

Sobat sekalian jumpa lagi pada posting saya. Kali ini posting untuk para siswa khususnya siswa SMK Otomotif, calon mekanik ataupun mekanik yaitu tentang teknik praktis menyetel katup pada kendaraan yang mempunyai lebih dari 1 silinder, dimana pada kendaraan spesifikasi 4 tak (langkah) mekanisme katup merupakan komponen utama pada engine yang harus mendapatkan perawatan atau penyetelan celah katupnya agar engine selalu dalam keadaan prima.

Terkadang kendaraan apalagi mobil mempunyai lebih dari 2 silinder bahkan ada yg sampai 8 silinder, jumlah katupnya pun mengikuti jumlah silindernya, dimana 1 silinder minimal mempunyai 2 buah katup yaitu katup masuk (In) dan katup buang (Ex) dan semuanya perlu perawatan atau penyetelan berkala. Terkadang kendala waktu yang mempengaruhi pengerjaan penyetelan ini, apalgi jika dihadapkan pada kendaraan yg mempunyai lebih dari 4 silinder, misalkan kendaraan Toyota Land cruiser yg mempunyai 6 silinder ataupun mesin dengan 8 silinder. Bukan hanya engine yg mempunyai lebih dari 4 silinder, dengan berkembangnya teknologi ada engine yg mempunyai jumlah katup 4 buah pada setiap silindernya… Wwuuuaaah sungguh pekerjaan yg perlu cukup jam terbang dan latihan yg lama jika pekerjaan tersebut bisa dikerjakan dengan cepat, akurat dan tepat.

Pada saat melakukan over hole engine, saat pemasangan semua komponen harus diset ulang termasuk mekanisme katupnya. Bagi mekanik yg udah punya jam terbang tinggi pengesetan mekanisme katup dan cara penyetelannya merupakan perkara yg mudah dan bisa dikerjakan dengan cepat. Namun bagi pemula penyetelan katup pada saat mesin overhole bukan perkara mudah. Dengan banyaknya katup yg harus distel maka kita harus hati-hati dalam menentukan mana katup yg perlu distel atau tidak, kadang kala kita harus mengingat-ingat diantara katup in dan katup ex tersebut mana yg harus distel duluan supaya tidak terjadi benturan antar piston dan katupnya. Sehingga membuat perkejaan tidak efisien dan lama.

Namun kali ini kita akan postingkan teknik atau cara special buat siswa ataupun mekanik pemula yang nantinya dapat melakukan penyetelan katup seperti mekanik yg sudah professional atau udah banyak jam terbangnya dan dijamin akurat tepat dan benaar.

Teknik ini bisa digunakan pada kendaraan yg mempunyai silinder 4 ataupun 6 bahkan 8 silinder, terkadanng siswa sering lupa mana katup yg perlu distel duluan apakah In atau Ex pada salah satu silindernya, sehingga teknik ini bisa memudahkan dan meminimalisir kesalahan pada saat penyetelan.

Langsung saja kita tampilnya posting ini :

Teknik ini menggunakan 2 kali putaran poros engkol dan sobat sudah bisa melakukan penyetelan semua katupnya. Misalkan sebuah kendaraan dengan 4 silinder dengan  F.O (Firing Order)/urutan pengapian = 1 3 4 2

Langkah yang pertama :

TOP –kan silinder 1, cirinya kendaraan tersebut TOP silinder 1 adalah :

  • Tanda pulley pada poros engkol tepat pada angka 0 untuk kendaraan tipe front engine atau tanda “T” pada flywheel segaris dengan tanda pada bak kopling/transmisi untuk tipe kendaraan MR atau tipe kendaraan yang enginenya di tengah
  • Pada engine bensin tanda TOP 1 juga ditunjukkan oleh rotor distributor mengarah ke angka 1 pada tutup distributor, pada engine diesel TOP 1 juga ditunjukan oleh posisi roker arm pada silinder 4 over lap (tidak bebas/menekan semua).
  • Lakukan penyetelan katup pada TOP 1 dengan menggunakan teknik F.O :1 3 4 2 1 “jangan lupa untuk selalu menambahkan angka yg terakhir (1) pada FO nya…..” seperti di bawah ini

 crop1fo

Dari table di atas dapat diketahui bahwa katup EX (buang) yg distel adalah pada silinder 1 dan 3 kemudian untuk katup In (masuk) pada silinder 1 dan 2, sedangkan silinder 4 sengaja di garis karena posisi ini katup pada posisi over lap/tidak bebas. Kemudian Stel celah katup sesuai standart/ spesifikasi kendaraannya.

Langkah Kedua

Putar pulley poros engkol 360O sampai tanda pada pulley ataupun tanda pada flywheel menunjuk angka nol “0”pada tanda timingnya, pada kondisi ini engine TOP  silinder 4, untuk memastikannya bisa dilihat tanda / cirri engine pada posisi TOP silinder 4, antara lain :

  • Rotor distributor mengarah ke angka 4 pada tutup distributornya, untuk engine bensin
  • Posisi  rocker arm untuk katup silinder 1 tidak bebas atau over lap
  • Stel katup yang belum distel dengan cara mengubah/membailk nilai FO nya dari 1342 menjadi 4213, sehingga manjadi 4 2 1 3 4 “jangan lupa untuk menambahkan angka yg terakhir (4) pada FO.nya…” seperti dibawah ini

crop2fo

Dari table di atas dapat diketahui bahwa katup EX (buang) yg distel adalah pada silinder 4 dan 2 kemudian untuk katup In (masuk) pada silinder 3 dan 4, sedangkan silinder 1 sengaja di garis karena posisi ini katup pada posisi over lap/tidak bebas dan katup silinder 1 udah distel pada posisi TOP 1 tadi. Kemudian Stel celah katup sesuai standart/ spesifikasi kendaraannya.

Demikian sobat teknik menyetel katup 4 silinder yg praktis.. Anda bisa mencobanya, bahkan untuk engine yg mempunyai jumlah silinder 6 ataupun 8.

Enggaak percaya…..?????? Ne coba ja buktiin sendiri yaa.. Jika engine 6 silinder dengan Firing Order/FO : 1 4 2 6 3 5

Coba sobat stel katupnya dengan cara sepeti diatas, ingat-ingat juga yaaa tulisan Ex (katup buang) berada di sebelah kiri garis tabel dan yg In (katup masuk) berada di sebelah  kanan garis